Halo pada posting kali ini saya akan memberikan contoh studi kasus penggunaan perintah switch di PHP. Saya akan menggunakan contoh studi kasus penggunaan perintah if yang menentukan nilai akhir mahasiswa telah saya bahas sebelumnya dengan sedikit tambahan sebagai berikut

  • Apabila mahasiswa mendapatkan nilai A maka browser akan menampilkan output “Selamat anda mendapatkan nilai sempurna”.
  • Apabila mahasiswa mendapatkan nilai B maka browser akan menampilkan output “Selamat nilai anda melebihi nilai rata-rata”.
  • Apabila mahasiswa mendapatkan nilai C maka browser akan menampilkan output “Anda harus berusaha lebih keras lagi”.
  • Apabila mahasiswa mendapatkan nilai D maka browser akan menampilkan output “Anda harus lebih berusaha lebih keras dan lebih rajin lagi”.
  • Apabila mahasiswa mendapatkan nilai E maka browser akan menampilkan output “Maaf anda kurang beruntung, coba ambil lagi di semester depan”. icon biggrin Contoh Studi Kasus Penggunaan Perintah Switch di PHP

Untuk script php penentuan nilai saya tidak akan menjelaskannya lagi. saya hanya akan menjelaskan bagaimana cara membuat dan menampilkan message tersebut dengan menggunakan perintah switch di PHP. Jadi bagaimana cara membuat program diatas. Berikut ini merupakan langkah demi langkah yang harus dilakukan untuk membuat program diatas.

  • Langkah pertama adalah menyimpan nilai akhir mahasiswa yang berupa A, B, C, D, dan E kedalam variabel. Sebut saja variabel tersebut adalah $grade.
  • Langkah kedua adalah melakukan pengecekan nilai variabel grade, apakah A, B, C, D, atau E.
  • Langkah terakhir adalah menampilkan output sesuai dengan nilai variabel grade yang dimiliki.

Apabila langkah-langkah diatas dijabarkan dalam bentuk program maka akan didapat script php sebagai berikut :

<?php

$nilaimhs = 75;

if ($nilaimhs >= 80 && $nilaimhs <=100)
{
echo “A “;
$grade = ‘A’;
}

elseif ($nilaimhs >= 70 && $nilaimhs <= 79)
{
echo “B “;
$grade = ‘B’;
}

elseif ($nilaimhs >= 60 && $nilaimhs <= 69)
{
echo “C “;
$grade = ‘C’;
}

elseif ($nilaimhs >= 50 && $nilaimhs <= 59)
{
echo “D “;
$grade = ‘D’;
}

elseif ($nilaimhs >= 0 && $nilaimhs <= 49)
{
echo “E “;
$grade = ‘E’;
}

switch ($grade)
{
case “A” :
echo “Selamat anda mendapatkan nilai sempurna”;
break;
case “B” :
echo “Selamat nilai anda melebihi nilai rata-rata”;
break;
case “C” :
echo “Anda harus berusaha lebih keras lagi”;
break;
case “D” :
echo “Anda harus lebih berusaha lebih keras dan lebih rajin lagi”;
break;
default :
echo “Maaf anda kurang beruntung, coba ambil lagi di semester depan”;
break;
}

?>

Pada script PHP diatas nilai mhs diberikan nilai 75 sehingga secara logika nilai akhir yang dihasilkan adalah B, dan message “Selamat nilai anda melebihi nilai rata-rata” akan ditampilkan pada browser. Coba kamu perhatikan statement case “B”. Nilai B diletakkan diantara sepasang tanda petik ganda, hal ini dikarenakan nilai tersebut bertipe data string. Pasti anda juga bertanya kok tidak ada statement case “E” ?. Statament case “E” digantikan dengan statement default. Mengapa saya gunakan case default ?. karena nilai E merupakan satu-satunya kemungkinan nilai yang belum dicek. Semua kemungkinan nilai mahasiswa sudah dicek dengan menggunakan perintah case. itu sebabnya saya menggunakan perintah default. Satu hal yang tidak boleh dilupakan, kamu harus menuliskan nilai B bukan b dalam case (case “B” bukan case “b”). Hal ini dikarenakan bahwa PHP merupakan bahasa pemrograman yang case sensitif (dimana penulisan huruf besar dan kecil dibedakan). Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah jangan lupa untuk menuliskan perintah break disetiap case dan default. Hal ini berguna untuk menghindari pengeksekusian perintah switch secara terus menerus. Dalam kasus terburuk hal ini dapat menyebabkan browser anda menjadi hang.