Babirusa
| Babirusa | ||||||||||||||
|
Spesimen Babirusa di Museum Sejarah Alam Field, Chicago |
||||||||||||||
| Status konservasi | ||||||||||||||
Rentan (IUCN) |
||||||||||||||
| Klasifikasi ilmiah | ||||||||||||||
|
||||||||||||||
| Nama binomial | ||||||||||||||
| Babyrousa babyrussa |
Babirusa (Babyrousa babirussa) hanya terdapat di sekitar Sulawesi, Pulau Togian, Malenge, Sula, Buru dan Maluku. Habitat babirusa banyak ditemukan di hutan hujan tropis. Hewan ini gemar melahap buah-buahan dan tumbuhan, seperti mangga, jamur dan dedaunan.
Harimau Jawa
| Harimau Jawa | ||||||||||||||||
|
Foto Harimau Jawa yang diketahui (1938) |
||||||||||||||||
| Status konservasi | ||||||||||||||||
| Punah (1980an ?) | ||||||||||||||||
| Klasifikasi ilmiah | ||||||||||||||||
|
||||||||||||||||
| Nama trinomial | ||||||||||||||||
| Panthera tigris sondaica |
Harimau Jawa adalah jenis harimau yang hidup di pulau Jawa. Harimau ini dinyatakan punah di sekitar tahun 1980-an, akibat perburuan dan perkembangan lahan pertanian yang mengurangi habitat binatang ini secara drastis. Walaupun begitu, ada juga kemungkinan kepunahan ini terjadi di sekitar tahu 1950-an ketika diperkirakan hanya tinggal 25 ekior jenis harimau ini. Terakhir kali ada sinyalemen dari harimau jawa ialah di tahun 1972. Di tahun 1979, ada tanda-tanda bahwa tinggal 3 ekor harimau hidup di pulua Jawa. Walaupun begitu, ada kemungkinan kecil binatang ini belum punah. Di tahun 1990-an ada beberapa laporan tentang keberaadaan hewan ini, walaupun hal ini tidak bisa diverfikasi
Badak Sumatra
| Badak Sumatra | ||||||||||||||
|
Rapunzel, seekor Badak Sumatra di Kebun Binatang Bronxa |
||||||||||||||
| Status konservasi | ||||||||||||||
Kritis (IUCN) [1] |
||||||||||||||
| Klasifikasi ilmiah | ||||||||||||||
|
||||||||||||||
| Nama binomial | ||||||||||||||
| Dicerorhinus sumatrensis |
Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) adalah anggota famili Rhinocerotidae dan salah satu dari lima spesies badak. Badak ini adalah badak terkecil, memiliki tinggi sekitar 120–145 sentimeter, dengan panjang sekitar 250 sentimeter dan berat 500–800 kilogram. Seperti spesies badak di Afrika, badak ini memiliki dua cula.
KOMODO
| Komodo | ||||||||||||||||
| Status konservasi | ||||||||||||||||
Rentan (IUCN) |
||||||||||||||||
| Klasifikasi ilmiah | ||||||||||||||||
|
||||||||||||||||
| Nama binomial | ||||||||||||||||
| Varanus komodoensis Ouwens, 1912 |
||||||||||||||||
|
Distribusi komodo |
Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis[1]), adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara.[2] Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora.[3]
ORANG UTAN
| Orang utan[1] | ||||||||||||||
| Status konservasi | ||||||||||||||
| Status konservasi: Terancam | ||||||||||||||
| Klasifikasi ilmiah | ||||||||||||||
|
||||||||||||||
| Tipe spesies | ||||||||||||||
| Simia pygmaeus Linnaeus, 1760 |
||||||||||||||
|
Distribusi Orang utan |
||||||||||||||
| Spesies | ||||||||||||||
| Pongo pygmaeus Pongo abelii |
Orang utan (atau orangutan, nama lainnya adalah mawas) adalah sejenis kera besar dengan lengan panjang dan berbulu kemerahan, kadang cokelat, yang hidup di Indonesia dan Malaysia .
Eukaliptus
| Eucalyptus | ||||||||||||
|
Eucalyptus melliodora foliage and flowers |
||||||||||||
| Klasifikasi ilmiah | ||||||||||||
|
Eukaliptus (Dari bahasa Yunani: = “Well covered”) adalah sejenis pohon dari Australia. Ada lebih dari 700 spesies dari Eukaliptus, kebanyakan asli dari Australia, dengan beberapa dapat ditemukan di Papua Nugini dan Indonesia dan juga sampai Filipina.
Anggota genus pohon ini dapat ditemukan hampir di seluruh Australia, karena telah beradaptasi dengan iklim daerah tersebut; bahkan tidak ada satu benua yang dapat digambarkan dengan sebuah genus pohon seperti Australia dengan eukaliptusnya.
Bayur
| Bayur | ||||||||||||||
| Klasifikasi ilmiah | ||||||||||||||
|
||||||||||||||
Bayur atau bayor (Pterospermum) adalah pohon yang kayunya biasa dipakai dalam pertukangan. Tumbuhan ini tumbuhan di daerah tropika dataran rendah. Di Jawa kebanyakan orang mengenal P. javanicum. Di India, P. acerifolium dan P. reticulatum yang lebih banyak dikenal.
Bunga Bangkai
| Status konservasi: Terancam | ||||||||||||||
| Klasifikasi ilmiah | ||||||||||||||
|
||||||||||||||
| Nama binomial | ||||||||||||||
| Amorphophallus titanum (Becc.) Becc. ex Arcang |
“Bunga bangkai” juga sering digunakan sebagai julukan bagi patma raksasa Rafflesia arnoldii.
Bunga bangkai atau suweg raksasa atau batang krebuit (nama lokal untuk fase vegetatif), Amorphophallus titanum Becc., merupakan tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae) endemik dari Sumatera, Indonesia, yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk) terbesar di dunia, meskipun catatan menyebutkan bahwa kerabatnya, A. gigas (juga endemik dari Sumatera) dapat menghasilkan bunga setinggi 5m. [1] Namanya berasal dari bunganya yang mengeluarkan bau seperti bangkai yang membusuk, yang dimaksudkan sebenarnya untuk mengundang kumbang dan lalat penyerbuk bagi bunganya.Di alam tumbuhan ini hidup di daerah hutan hujan basah. Bunga bangkai adalah bunga resmi bagi Provinsi Bengkulu.
Kantong Semar
| ?
Kantong semar |
||||||||||||||
| Klasifikasi ilmiah | ||||||||||||||
|
Genus Nepenthes (Kantong semar, bahasa Inggris: Tropical pitcher plant), yang termasuk dalam familia monotypic, terdiri dari 80-100 spesies, baik yang alami maupun hibrida. Genus ini merupakan tumbuhan karnivora di kawasan tropis Dunia Lama, kini meliputi negara Indonesia (55 spesies, 85%), Republik Rakyat Cina bagian selatan, Malaysia, Filipina, Madagaskar, Seychelles, Australia, Kaledonia Baru, India, dan Sri Lanka. Habitat dengan spesies terbanyak ialah di pulau Borneo dan Sumatra.
Tumbuhan ini dapat mencapai tinggi 15-20 m dengan cara memanjat tanaman lainnya. Pada ujung daun terdapat sulur yang dapat termodifikasi membentuk kantong, yaitu alat perangkap yang digunakan untuk memakan mangsanya (misalnya serangga, pacet, anak kodok) yang masuk ke dalam.
Matoa
| Matoa | ||||||||||||||
Matoa dengan buah yang belum masak |
||||||||||||||
| Klasifikasi ilmiah | ||||||||||||||
|
||||||||||||||
| Nama binomial | ||||||||||||||
| Pometia pinnata |
Matoa (Pometia pinnata) adalah tanaman khas Papua, termasuk ke dalam famili Sapindaceae. Pohon matoa dapat tumbuh tinggi dan memiliki kayu yang cukup keras. Rasa buahnya adalah campuran antara rambutan, durian, dan kelengkeng. Buahnya berbentuk lonjong dan seukuran buah pinang (keluarga Palem), ketika muda berwarna hijau dan setelah matang berwarna hijau kekuningan.
Tumbuhan ini adalah flora identitas Provinsi Papua Barat.
CAGAR ALAM BATUHAKU
Terletak di dua desa, yaitu Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, dan Desa Asah Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
CAGAR ALAM PULAU SEMPU
Kawasan Cagar Alam Pulau Sempu ditetapkan berdasarkan SK. GB No. 46 Stbl. 1928 No. 69 tahun 1928 dengan luas 877 Ha. Penetapan kawasan tersebut sebagai Cagar Alam karena keadaan alamnya yang khas, juga diperuntukan bagi kepentingan penelitian dan ilmu pengetahuan. Letak kawasan Cagar Alam Pulau Sempu di perairan Samudera Indonesia yang secara administratif pemerintahan termasuk ke dalam desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing wetan Kabupaten Daerah Tingkat II Kabupaten Malang.
Cagar Alam Pananjung
Cagar alam seluar ± 530 hektar, yang diantaranya termasuk wisata seluas 37,70 hektar berada dalam pengelolaan SBKSDA Jawa Barat II. Memiliki berbagai flora dan fauna langka seperti Bunga Raflesia Padma, Banteng, Rusa dan berbagai jenis Kera.
Selain itu, terdapat pula gua-gua alam dan gua buatanseperti: Gua Panggung, Gua Parat, Gua Sumur Mudal, Gua Lanang, gua Jepang serta sumber air Rengganis dan Pantai Pasir Putih dengan Taman Lautnya
Suaka Margasatwa Muara Angke
Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) adalah sebuah kawasan konservasi di wilayah hutan bakau (mangrove) di pesisir utara Jakarta. Secara administratif, kawasan ini termasuk wilayah Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Kotamadya Jakarta Utara. Kawasan yang berdampingan dengan Perumahan Pantai Indah Kapuk ini, hanya dibatasi Kali Angke dengan permukiman nelayan Muara Angke. Pada sisi utara SMMA, terdapat hutan lindung Angke-Kapuk yang berada di dalam wewenang Dinas Kehutanan DKI Jakarta.
SUAKA MARGA SATWA PULAU RAMBUT
Suaka marga satwa pulau rambut, mungkin tempat ini masih belum banyak diketahui oleh orang banyak. Pulau rambut terletak di sekitar pantai utara pulau jawa yang secara administratif masih masuk ke dalam provinsi DKI jakarta, dan masih dalam satu gugusan kepulauan seribu. Tempat seluas total lebih kurang 90ha ini dihuni oleh beberapa spesies burung yang keberadaannya sudah terancam akibat kerusakan alam yang disebabkan oleh manusia. Karena ini adalah daerah konservasi, maka kita harus memiliki surat izin untuk dapat masuk ke areal konservasi. Mengurus perizinan dan administrasi dapat dilakukan di kantor Balai Konservasi Dan Sumber Daya Alam yang bertempat di daerah salemba, Jakarta Pusat.
Suaka Margasatwa Baluran
Taman Nasional Baluran merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Hutan dan Pelestarian Alam Departemen Kehutanan.
Ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomer: 279/Kpts-VI/1997 tanggal 25 Mei 1997 dan berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam Nomor: 51/Kpts/DJ-VI/1987 tanggal 12 Desember 1997, wilayah kerjanya meliputi kawasan Taman Nasional Baluran, Taman Nasional Alas Purwo dan Cagar Alam/Taman Wisata Kawah Ijen.
TAMAN WISATA MEKAR SARI
Taman wisata ini berlokasi di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Untuk menuju ke lokasi ini bisa dicapai dengan angkutan umum dari Jakarta, Bogor maupun Bekasi, jurusan yang menuju ke Jonggol
TAMAN WISATA MATAHARI BOGOR
Taman Wisata Matahari berlokasi di Jalan Raya Puncak Bogor, kita dapat masuk ke Taman Wisata Matahari melalui dua jalan alternatif, yaitu melalui jalan masuk menuju kawasan wisata Curug Cilember dan melalui samping Rumah Makan Jago Rasa yang berada di sebelah kiri dari arah Ciawi menuju Puncak. Tempat wisata Matahari dengan luas sekitar 30 hektar menawarkan suasana wisata pegunungan yang meyegarkan dengan menyediakan fasilitas wisata untuk keluarga yang dapat dikatakan lengkap, mulai dari Villa, Kolam Renang, Wisata Air, ATV, Flying Fox, Taman Bermain Anak-Anak, dsb.
TAMAN WISATA ALAM ANGKE KAPUK
Terletak di wilayah Kotamadya Jakarta Utara, Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk adalah salah satu kawasan konservasi alam yang berekosistem mangrove.
Areal seluas 99,82 Ha ini memiliki vegetasi utama berupa pepohonan mangrove atau yang sering disebut pepohonan bakau. Keberadaan pepohonan ini hampir menghilang dan kondisinya semakin parah pada era reformasi dimana pada saat itu hukum di Republik Indonesia tidak bisa menyentuh masyarakat dengan alasan ekonomi. Saat itu terjadi perambahan hutan mangrove dan perubahan fungsi kawasan secara ilegal (antara lain pengusahaan penambakan ikan dan pemukiman). Banyaknya perubahan fungsi lahan di pantai utara Jakarta yang sangat mengkhawatirkan saat ini membuat kawasan ini menjadi satu-satunya areal hijau yang masih dapat dikembangkan untuk kepentingan peningkatan kualitas lingkungan hidup.
Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK)
Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) merupakan kawasan yang ditetapkan oleh Departemen Kehutanan sebagai kawasan konservasi. TBMK saat ini berada di bawah koordinasi Bidang Wilayah II dan Seksi Konservasi Wilayah III BBKSDA Jabar, dengan lokasi yang terletak sekitar 12 km di sebelah utara kota Cicalengka. Kawasan seluas 12.420,70 hektar ini terletak pada area yang menjadi kewenangan tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Garut. Sebagian besar area berada di Sumedang dan Garut, secara geografis kawasan TB. Gunung Masigit-Kareumbi terletak antara 6° 51′ 31” sampai 7° 00′ 12” Lintang Selatan dan 107° 50′ 30″” sampai 108° 1′ 30” Bujur Timur. TBMK kini dikelola oleh Managemen Pengelolaan TBMK yang merupakan program kemitraan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dengan Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung, Wanadri.
TAMAN BURU KOMARA
Taman Buru SULAWESI SELATAN, Takalar, 2.972,00 ha
Taman Buru Lingga Isaq
Taman Buru Lingga Isaq (luas ±80.000 Ha), di Aceh Tengah – Propinsi Daerah Istimewa Aceh
TAMAN NASIONAL UJUNG KULON
Taman Nasional Ujung Kulon terletak di bagian paling barat Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan Taman nasional ini juga memasukan wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil disekitarnya seperti Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang. Taman ini mempunyai luas sekitar 1,206 km² (443 km² diantaranya adalah laut), yang dimulai dari tanjung Ujung Kulon sampai dengan Samudera Hindia.
TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER
Taman Nasional Gunung Leuser biasa disingkat TNGL adalah salah satu Kawasan Pelestarian Alam di Indonesia seluas 1.094.692 Hektar yang secara administrasi pemerintahan terletak di dua ProvinsiNanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara. Provinsi NAD yang terdeliniasi TNGL meliputi KabupatenAceh Barat Daya,Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tamiang, sedangkan Provinsi Sumatera Utara yang terdeliniasi TNGL meliputi Kabupaten Dairi, Karo dan Langkat.
TAMAN NASIONAL KOMODO
Taman Nasional Komodo terletak di antara provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Taman nasional ini terdiri atas tiga pulau besar Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil. Wilayah darat taman nasional ini 603 km² dan wilayah total adalah 1817 km².
